Sudah tidak diragukan lagi bahwa ibadah yang
Allah syariatkan memiliki dimensi duniawi seperti halnya kesehatan dan materi
(harta). Ini salah satu bentuk kecerdasan Allah, mendesain ibadah plus dengan atsar
(efek) positif terhadap kebutuhan manusia. Sehingga, dapat dinyatakan bahwa
ibadah kepada Allah layaknya makanan lezat dan bergizi yang membuat tubuh sehat
dan segar bugar selain jiwa yang juga sehat.
Diantara ibadah yang memiliki atsar
positif terhadap dimensi duniawi tersebut, dalam hal ini kesehatan, adalah
shalat. Sudah banyak penelitian yang dilakukan tentang shalat. Dan, semua
penelitian berkonsensus (sepakat) menyimpulkan bahwa shalat itu menyehatkan. Pasalnya,
dari unsur bacaan, gerakan dan kekhusyuan, semuanya berimplikasi baik terhadap kesehatan. Shalat memang “dokter” terbaik bagi
manusia.







