Salah
satu problem kebanyakan kaum muslimin hari ini adalah sukar bangun sebelum
shubuh. Kalau habis begadang semalaman sih agak rasional, wajar. Namun, kesannya
gimana gitu kalau tidur lebih awal, tidak begadang, tetapi bangun tidur
kesiangan. Satu dua kali it’s ok! Kalau keseringan, atau hampir tiap hari ini
yang jadi problem utama.
Lalu,
bagaimana yang harus diupayakan agar bangun dini hari sebelum shalat shubuh
bisa menjadi biasa?
Sebenarnya
sih kembali kepada diri sendiri, ada tidak azam yang kuat untuk membiasakannya?
Ada niat yang kuat tidak untuk bisa bangun sebelum shalat shubuh? Jangan-jangan,
untuk sekedar azam dan niat saja tidak ada. Artinya, tidak ada rencana untuk
bangun sebelum shubuh. Ini yang nanti akan berpengaruh secara psikologis.
Maka,
salah satu tips jitunya adalah miliki azam yang kuat untuk bisa bangun sebelum
shubuh. Dan, untuk membangun azam biasanya diawali dengan konsep, ilmu, atau
pemahaman yang akan menciptakan keyakinan yang kuat.
Terkait
dengan hal ini, apa untungnya bangun dini hari sebelum shubuh?
Mandi
Dini Hari
Bangun
sebelum shubuh memiliki kesempatan untuk mendapatkan momentum mandi terbaik. Menurut
beberapa literatur bahwa mandi dini hari sebelum shubuh adalah mandi yang
sangat menyehatkan. Dr. Raehanul Bahraen menjelaskan dalam artikelnya tentang
manfaat mandi sebelum shubuh ini. Pertama, membuat kulit lebih lembut dan
halus. Kedua, membuat lancar peredaran darah. Ketiga, meningkatkan kesuburan. Keempat,
menurunkan risiko darah tinggi. Kelima, mengurangi tekanan serta memberikan
ketenangan. Keenam, meningkatkan sistem imun tubuh khususnya sel darah putih.
Maka,
biasakanlah mandi dini hari sebelum shubuh. Banyak testimoni di kalangan
masyarakat. Di antaranya adalah KH. M. Abdurrahman Ks dan H. Habib ZAF. Menurut
pengakuannya mereka berdua membiasakan mandi dini hari menjelang shalat shubuh.
Dan, sampai menjelang wafat, wajah mereka terlihat segar dan bugar. Subhanallah...
Shalat
Witir
Tentunya,
orang yang bangun dini hari menjelang shalat shubuh memiliki kesempatan untuk
bisa mendirikan shalat witir. Bisa 11 rakaat (diutamakan), atau bilangan ganjil
di bawah 11 rakaat. Teknisnya sesuai hadits dari Aisyah, shalat empat rakaat
tanpa tahiyat awal, kemudian shalat kembali 4 rakaat tanpa tahiyat awal, dan
ditutup dengan shalat 3 rakaat tanpa tahiyat awal.
Keuntungannya
ada dua, secara spiritual tentu pahala melimpah dan grade meningkat. “Dan pada sebagian malam hari, hendaklah engkau shalat tahajud
sebagai tambahan bagimu. Mudah-mudahan Rabbmu mengangkat engkau ketempat
yang terpuji.” (Q.S. al-Isra` [17]: 79).
Secara medis, shalat tahajud bermanfaat untuk
kesehatan. Ini sesuai dengan penelitian Prof. Dr. M. Soleh bahwa dengan
membiasakan shalat tahajud maka sistem imun tubuh menjadi meningkat dan lebih
kuat. Bahkan beliau melakukan terapi penyembuhan dengan shalat tahajud dengan
pendekatan psiko neuroimunologi. Psiko neuroimunologi adalah ilmu yang mengkaji
tentang modifikasi sistem imun karena sebab dan proses, yang berarti keadaan
imunitas tubuh dalam keadaan stres. Demikian ditulis majalah Ummi dalam
lamannya.
Momentum Ijabah Doa
Dalam sebuah hadits shahih riwayat Bukhari dan Muslim dijelaskan
bahwa Rasulullah saw. bersabda:
أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ : يَنْزِلُ
رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِيْنَ
يَبْقَى ثُلُثُ الأَخِيْرِ يَقُوْلُ : مَنْ يَدْعُوْنِيْ فَأَسْتَجِيْبَ لَهُ,
مَنْ يَسْأَلُنِيْ فَأُعْطِيَهُ, مَنْ يَسْتَغْفِرُنِيْ فَأَغْفِرَ لَهُ
“Rabb
kita Tabaraka wa Ta’ala turun ke langit dunia pada setiap malam yaitu pada sepertiga
malam terakhir, (kemudian) Dia berfirman, ‘Barang siapa berdoa kepada-Ku,
niscaya akan Aku kabulkan, barang siapa meminta kepada-Ku, niscaya akan Aku
berikan, dan barang siapa memohon ampun kepada-Ku, niscaya akan Aku ampuni.’”
Nah,
siapa yang akan mendapatkan keutamaan ini? Ya, sudah pasti orang yang berdoanya
di sepertiga malam terakhir. Yang bangun kesiangan, tidak akan pernah memeroleh
momentum ijabah doa ini. Mau? Yuk, bangunnya dini hari sebelum shubuh…
Shalat Fajar
Keuntungan lain adalah yang bangun sebelum shubuh,
setelah ia shalat tahajud atau witir, tentu ia akan kebagian shalat sunah fajar
atau yang biasa disebut shalat rawatib qabla shubuh. Apa fadilah shalat fajar
ini?
Rasulullah saw. menyampaikan:
رَكْعَتَا الْفَجْرِ
خَيْرٌ مَنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا
“Dua rakaat shalat
fajar (qabla
shubuh) lebih baik daripada dunia seisinya.” (H.R. Muslim).
Perhatikan,
bagaimana Rasulullah membandingkan shalat sunat qabla shubuh dengan dunia. Mana
yang lebih baik? Jelas, shalat qabla shubuh lebih baik daripada dunia dan
segala isinya.
Jadi,
kalau Anda ingin tahu siapa orang kaya sesungguhnya, di adalah orang yang
selalu menjaga shalat fajar alias shalat sunat qabla shubuh. Nah, agar
mendapatkan keutamaan ini, bangunnya ya harus sebelum shalat shubuh...
Shalat
Shubuh Berjamaah
Hal lain
yang juga insya Allah past dilakukan bagi orang yang biasa bangun sebelum
shubuh adalah shalat shubuh berjamaah di masjid (bagi laki-laki). Sesuai sunnah,
perempuan diutamakan shalat di rumah. Jika ada anak perempuan, berjamaah
bersamanya.
Yang sudah
tahu kehebatannya saya ingatkan kembali, yang belum tahu saya sajikan salah
satu hadits bagaimana dahsyatnya shalat shubuh. Rasulullah saw bersada:
مَنْ صَلَّى
الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ
فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ
“Barangsiapa yang
shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh
malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah
shalat seluruh malamnya.”
(H.R. Muslim).
Begitulah
Rasulullah menyabdakan. Saya yakin bukan maksud untuk menyederhanakan
shalat-shalat yang lain, tetapi ini menjadi standar perhatian umat akan shalat.
Jika berjamaah shalat shubuh dan isya menjadi kultur, bisa diartikan ia
benar-benar menjaga shalat dan terhindar dari sifat munafiq. Karena, dalam
sebuah hadits Rasulullah menjelaskan bahwa shalat yang paling berat bagi orang
munafiq adalah shalat shubuh dan isya. Maka, ganjaran yang disiapkan pun sangat
dahsyat. Mau? Yeee... bangunnya sebelum shubuh dong... hehe..
Inforcement
Nah,
setelah dipaparkan betapa hebatnya bangun sebelum shubuh kemudian menjalankan
hal-hal yang dijelaskan tersebut, insya Allah keutamaannya akan kita raih. Oleh
karena itu, mari azamkan di dalam diri kita bahwa bangn dini hari sebelum
shubuh harus menjadi kultur, kebiasaan hingga menjadi habbits. Ingat, if you
make habbits, habbits make you, jika kamu menciptakan lingkungan (kebiasaan),
maka lingkungan akan menciptakanmu.
Untuk
teknis problem solving agar bangun shubuh makin bisa dijadikan kultur, silahkan
bisa browsing-browsing ya... Intinya, azamkan, pahami dan yakini, jangan
begadang tanpa arti, siapkan alarm, dan isti’adah kepada Allah dari seta yang “mengencingi telinga” saat sedang tidur.
Wallahu a’lam
0 komentar:
Posting Komentar
Mari meraih kebaikan dengan berbagi. Tinggalkan komentarmu kawan...