Jumat, 14 Desember 2012

Tidak Ada Kata Terlambat untuk Belajar



Saya mulai membaca al-Quran. Setelah satu halaman, jamaah yang lain saya silahkan untuk meneruskan bacaan sementara yang lain menyimak.

Orang pertama, yang membaca lumayan lancer meskipun ada beberapa huruf yang salah makhraj (tempat keluar huruf) dan hukum bacaan yang kurang tepat. Giliran orang kedua, saya tercengang. Kira-kira usianya kepala tiga, tetapi bacaan Qurannya hamper sama dengan anak RA bahkan masih lebih baik anak RA ketimbang beliau. Saya pun berulang kali membimbing setiap bacaannya yang kurang tepat.

Dalam sesi kajian tersebut saya perhatikan hampir seluruh jamaah kajian kurang dalam membaca al-Quran. Pantas saya pikir shahibul bait menginginkan setiap sebelum kajian dimulai dengan membaca al-Quran dulu. Mungkin menghendaki agar para karyawannya bisa membaca al-Quran dengan baik. Oia, kajian ini adalah kajian khusus untuk karyawan Srikandi, toko benang jahit, bordier, dll. dan layanan jasa bordier dengan komputerisasi yang beralamat di daerah Kawalu Kota Tasikmalaya.

Dari kejadian tersebut, saya berpikir perlu kiranya kajian dimulai dengan perbaikan Tilawah Quran. Illmu Tajwid, itu dia yang harus saya berikan kepada jamaah kajian. Tetapi, pembahasan tajwidnya tidak secara intensif karena memang hanya sebagai prolog kajian saja, sebelum memulai kajian materi. Adapun matri yang harus saya kaji adalah kajian pesanan dari pemilik perusahaan.

Pelajaran lain yang tak kalah berharganya adalah, semangat belajar yang ditunjukkan para karyawan. Meskipun sudah dewasa, mereka masih antusias untuk belajar, memperbaiki pengetahuan dan pemahaman serta yang terpenting bagi mereka bagaimana mereka bisa membaca al-Quran dengan baik dan benar.

Saya tegaskan bahwa mereka tidak usah malu untuk belajar membaca al-Quran bahkan dari nol lagi. Karena, baca Quran itu melimpah pahala jika benar dalam membacanya. Salah baca, hanya ada dua kemungkinan. Jika tidak haram, ya makruh. Jika tidak makruh, ya haram. Yang pasti bacanya dengan sengaja. Bagi yang belum paham cara baca Quran, ada dua pahala dari Allah dalam setiap kali membaca. Sedangkan yang benar bacaannya, 10 kebaikan untuk satu hurufnya.

Belajar dari mereka, saya tegaskan, “Jangan pernah malu untuk belajar! Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Selama nafas masih berhembus, di situlah ada kesempatan besar untuk kita belajar”.

0 komentar:

Posting Komentar

Mari meraih kebaikan dengan berbagi. Tinggalkan komentarmu kawan...