Jumat, 18 Januari 2013

Pemimpin Kecil Mendamaikan Konflik

Seperempat jam, pukul 08.00 – 08.15, anak-anak dibimbing Tahfizh al-Quran olehku. Kegiatan ini memang program yang diselenggarakan MI Persis Cempakawarna Kota Tasikmalaya.

Waktu itu, saya mendidik anak-anak untuk menghafal Surat asy-Syams ayat satu sampai lima. Alhamdulillah 75 % anak-anak sudah hafal sesuai intruksi saya.

Di sela-sela muraja’ah, ada pemandangan yang mengesankan. Dua orang anak sedang konflik. Konflik yang wajar menurut saya. Akibatnya, ada salah seorang yang menangis tersedu.
 
Dalam konflik yang kian memanas itu, sang Kepala Kelas yang bernama Norman Binar Parky, melerai dengan gayanya yang unyu. Kepalanya menatap ke wajah yang satu sambil ucap kata-kata. Entah apa yang ia ucapkan. Kemudian ia pun menatap siswa yang satu lagi. Pun ia berucap sesuatu.

Setelah itu, dengan gayanya yang unyu, ia memegang tangan kanan masing-masing. Kemudian ia buat mereka bersalaman. Ia belum mau melepaskan kedua tangan mereka. Sepertinya ia memberi nasehat agar mereka berdamai.

Dan, ternyata mereka pun benar berdamai. Meski salah satu di antara mereka masih terisak dan menyeka air matanya dengan lengan kirinya.

Ini adalah kecerdasan menurut saya. Kecerdasan emosional, kecerdasan leadership, kecerdasan interpersonal, dan kecerdasan spiritual yang melebur menjadi satu.

Sebagai guru, saya harus mampu mengangkat dan mengungkit anak agar mengembangkan kecerdasannya masing-masing. Semua anak saya pandang unik dan hebat. Tidak ada anak yang bodoh. Karena, bodoh itu sebenarnya label yangh diarahkan untuk ranah IQ. Jika berbicara IQ, ya… tentunya setiap anak berbeda-beda. Maka, standarkan penilaian pada apa yang disebut Howard Gardener sebagai Multiple Intelligence atau kecerdasan multi.

Guru harus peka. Guru tidak boleh membuat anak kapok, introvert dan inferior. Pandanglah semua anak sebagai orang hebat dengan kehebatannya masing-masing, karena mereka adalah manusia bukan binatang yang tidak punya rasa dan malu. Anak-anak, sebagai manusia mesti kita jaga fisiknya pun perasaannya.

0 komentar:

Posting Komentar

Mari meraih kebaikan dengan berbagi. Tinggalkan komentarmu kawan...