Istri dan Anakku. Subhanallah...
Dunia itu perhiasan. Dan, perhiasan yang paling indah adalah istri yang salehah. Menikahlah, jika Anda menghendaki surga dunia.
Training Jurnalistik
Menyampaikan pelatihan menulis bertajuk "Seni Menulis Artikel" di hadapan santriwati PPI 67 Benda Tasikmalaya.
Berseminar
Sedekah itu Luas. Jika Anda punya ilmu, sedekahkan ilmu Anda, niscaya bertambah berkah.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Sabtu, 30 Maret 2013
Kamis, 28 Februari 2013
Macam-macam Qaulan dalam al-Quran
Ada
sebuah pepatah, “Lidah itu tidak bertulang, tetapi ia lebih tajam daripada
pedang”. Pepatah ini benar adanya. Terluka oleh lisan akan lebih sakit
dibanding terluka oleh pedang. Pasalnya, luka karena pedang banyak medical service
yang memungkinkan penyembuhan. Tetapi, luka karena lisan belum tentu ada
penawarnya, karena yang terluka bukanlah fisik melainkan batin.
Senin, 25 Februari 2013
Pendapat Ilmuan Dunia tentang Bahaya Vaksin
Oleh: Penerbit Seruni
Apa pendapat anda tentang 'Vaksin'?
Berikut beberapa pendapat para ilmuwan dunia mengenai 'Vaksin'...
“Satu-satunya vaksin yang aman adalah vaksin yang tidak pernah digunakan.” ~ Dr. James R. Shannon, mantan direktur Institusi Kesehatan Nasional Amerika
Rabu, 20 Februari 2013
Adab Ma’an Nafsi
Oleh:
Rahmi Fauzi Rahim
Pernahkah
tersirat dalam benak kita bahwa Allah telah memberikan waktu yang sama kepada
kita secara adil? orang yang sukses, dan orang yang gagal pun diberi jatah
waktu yang sama. Tetapi pernahkah pula tersirat dalam benak kita bahwa waktu
yang diberikan oleh-Nya tidak cukup untuk menyelesaikan tugas kita sehingga hal
tersebut menjadi alasan kegagalan diri.
Kamis, 31 Januari 2013
Lihatlah “Orang Pinggiran” itu!
Mereka Lebih Berat Hidupnya
Tubuh
boleh cacat, tapi Dori tetap menyempurnakan tanggungjawabnya sebagai kepala
keluarga. Selada air yang terhampar di lereng gunung Slamet menjadi sumber
rupiah bagi Dori. Bila selada air sedang tak laku dijual, Dori dan keluarga
terpaksa makan ganyong demi mengganjal perut yang lapar.
“Tuhan itu adil. Saya punya uang sedikit
untuk kasih makan anak. Sampai akherat yang ditanyain soal anak. Tapi kalau
banyak harta, yang ditanyain hartanya. Alhamdulillah, Tuhan menitipkan anak, ya
saya rawat. Kalau saya nanti meninggal, anak yang mendoakan” Demikian tandas
Dori.
Langganan:
Postingan (Atom)









