Mutiara

"Mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin lemah. Bersemangatlah terhadap yang memberi manfaat kepadamu, berlindunglah kepada Allah dan jangalah merasa lemah" (H.R. Muslim)

Selasa, 03 April 2012

Rumus Jitu Menghilangkan Galau


“Kimi, Aku Galau….” Demikian iklan menggambarkan kegalauan.

Hidup itu penuh duri ya kawan. Kita tidak selalu berada dalam garis tegak lurus. Terkadang kita harus siap keluar track. Maksudnya, siap berada di keadaan yang tidak kita inginkan. Salah satu diantaranya bernama GALAU.

Banyak hal yang membuat kita galau. Finansial, rumah tangga, persahabatan, pendidikan, bahkan urusan kebijakan negara pun bisa saja membuat kita galau. Lihat saja isu kenaikan BBM yang mulai Januari 2012 sebenarnya sudah diekspose walaupun ternyata SBY tidak jadi memutuskan BBM naik. Isu naiknya BBM ini membuat hati masyarakat menjadi galau. Apa pasal? Ya, harga di pasar akan membumbung seiring naiknya BBM. Lalu, jika terjadi inflasi seperti itu, bagaiamana masyarakat memenuhi kebutuhan sedangkan pendapatan stagnan bahkan kurang. Pantas kan kalau galau?

Namun, bagi kita umat Islam, galau itu hanyalah keadaan yang tidak boleh terjadi dalam jangka waktu lama. Kenapa tidak boleh terjadi lama?

Galau itu wajar. Galau itu manusiawi. Galau itu normal. Namun, jika galau itu menjadi hantu, ini yang jadi masalah. Karena itu, umat Islam selalu punya jurus untuk mengusir kegalauan hidup sehingga kegalauan tidak boleh alot menyinggahi.

Lalu, apa saja jurus untuk menghilangkan kegalauan?

Tidak banyak. Ada dua rumus jitu. Pertama, jauhi maksiat bersihkan hati dari noktah-noktah dosa. Kedua, lebih dekat lagi dengan Allah. Dua rumus ini cukup untuk sebagai solusi efektif menghilangkan kegalauan.

Menjauhi Maksiat
Dalam Islam, maksiat merupakan sumber keterpurukan, dunia dan akhirat. Di dalam hadits pun dijelaskan bahwa Allah mengharamkan rezeki seseorang karena dosa yang dilakukannya. Rezeki di sini bukan terpaku pada finasial saja, tetapi secara global termasuk rezeki tenangnya hati dan tidak adanya galau.

Oleh karena itu, ahli ibadah yang steril dari dosa dan maksiat selalu merasa nyaman walaupun masalah hidup mendera bertubi-tubi. Yang namanya menjauhi dosa dan maksiat, bahasa lempengnya disebut takwa. Sedangkan orang bertakwa selalu saja mendapatkan solusi dari segala permasalahannya dan rezekinya melimpah (lihat Q.S. ath-Thalaq [65]: 2-3!). logis, jika galau akan segera enyah dari kehidupan orang bertakwa yaitu orang yang menjauhi segala dosa dan maksiat.

Dekat dengan Allah
Allah itu memiliki sedert nama yang baik. Diantaranya adalah Allah memiliki sifat “As-Salam” yang berarti selamat dan menyelamatkan, “Al-Basith” yang berati Maha Melapangkan, “Ash-Shabur” yang berati Mahasabar, dan lain-lain.

Nah, orang yang dekat dengan Allah cencerung mewarisi sifat-sifat Allah yang lebih dikenal dengan nama ASMAUL HUSNA. Ketika Allah bersifat selamat, maka kita pun akan terselamatkan dari kegalauan. Ketika Allah memiliki besifat melapangkan, maka hati kita pun akan lapang sehingga kegalauan akan tersapu angin dzikir. Ketika Allah bersifat Mahasabar, maka kita pun akan mewarisi kesabaran sehingga galaupun tidak betah tinggal berlama-lama di hati orang yang sabar.

Sekali lagi, umat Islam tidak boleh memelihara galau terlalu lama. Enyahkan segra dengan jurus menjauhi maksiat dan mendekati Allah swt..

2 komentar:

  1. Allohumma inni a'udzubikaminal minal hammi wal huzni......artinya ya Alloh aku berlindung kepadaMU dari KEGALAUAN (galau)dan kesedihan.... inilah doa dari nabi Muhammad agartidak galau dalam menjalani hidup.

    BalasHapus

Mari meraih kebaikan dengan berbagi. Tinggalkan komentarmu kawan...