Rabu, 07 Desember 2011

Yang Muda Yang Pembelajar

Belajar adalah kewajiban setiap individu. Karena wajib, maka meninggalkan belajar berarti sebuah kesalahan. Apa jadinya ketika seseorang tidak mau belajar? Wuih... kesalahan alias dosanya pasti numpuk ya..?? Mau dosa numpuk karena malas belajar? So pastilah tidak. Siapa yang mau menabung dosa, celakalah ia. Makanya, ayo belajar selama hayat dikandung badan dan diterima bumi.


Bagi anak muda, belajar lebih baik daripada sekedar nongkrong, shopping, jalan-jalan tak karuan, nge-track. Hebat dirimu jika masih muda semangat belajarnya menggebu dan membara. Masih ingat kan hadits Rasulullah mengenai lima perkara sebelum lima perkara? Yupz, salah satunya ada kalimat “syababaka qabla haramika”, masa mudamu sebelum masa tuamu. Maksudnya, carilah kebaikan atau manfaatkan usia muda sebelum kamu menjadi tua. Termasuk ke dalam hal ini adalah gunakan waktu muda untuk belajar sarat semangat.

Jadilah Yang Muda Yang Pembelajar...!!! Sehingga kamu menjadi manusia yang berilmu. Dengan begitu, kamu akan diapresiasi khalayak banyak. Tapi ini jangan jadi tujuan, karena akan merusak nilai perjuangan ilmumu di hadapan Allah. Sudahlah cukup dengan apresiasi yang paling membanggakan yaitu apresiasi dari Allah swt. bahwa Allah akan mengangkat derajat orang berilmu ketimbang yang tidak berilmu. Untuk memperkuat hal ini bisa kita pelajari dari ayat berikut:
يَرْفَعِ اللهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا العِلْمَ دَرَجَاتٍ
“... Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat...” (Q.S. al-Mujadilah [58]: 11).

Selain itu, menjadi berilmu akan membedakan sikap dan akibat seseorang dibanding dengan yang tidak berilmu (baca: jahil, bodoh). Allah swt. berfirman:
قُلْ هَلْ يَسْتَوي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لاَ يَعْلَمُونَ
“Katakanlah, ‘Apakah sama orang-orang yang berilmu dengan orang-orang yang tidak berilmu?’” (Q.S. az-Zumar [39]: 9).

Masih tentang apresiasi bagi yang berilmu. Menjadi berilmu adalah menjadi orang yang tawadhu. Semakin berisi semakin merunduk. Demikian falsafah padi yang kita pahami. Salah satu penyebab kenapa tawadhu adalah karena orang berilmu takut kepada Allah. Sebagaimana orang yang tahu tentang kesehatan, maka ia akan takut sakit jika makan sembarangan karena salah satu penyebab saikt adalah makanan yang tidak terjaga alias sembarangan. Dalam al-Quran dijelaskan:
إنَّمَا يَخْشَى اللهَ مِنْ عِبَادِهِ العُلَمَاءُ
 “Hamba-hamba Allah yang takut kepada Allah hanyalah para ulama (orang berilmu)”. (Q.S. Fathir [35]: 28).

Sekali lagi, menjadilah Yang Muda Yang Pembelajar. Milikilah ilmu yang luas dan mendalam. Pilihlah, (1) tahu sedikit dari yang banyak, (2) tahu banyak dari yang sedikit, (3) tahu sedikit dari yang sedikit atau (4) tahu banyak dari yang banyak???

Silahkan pilih dan bertanggungjawablah untuk selalu mewujudkannya. Dan, satu-satunya cara mewujudkannya adalah belajarlah tanpa pernah menyerah dan tak kenal lelah. Mumpung masih muda, apakah mau nunggu tua dulu baru belajar? Oh... tidak bisa...!!! Ingat kata bijak dari bangsa Arab, “Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu. Belajar di waktu tua bagai menulis di atas air”. Salam pembelajar...!!!

0 komentar:

Posting Komentar

Mari meraih kebaikan dengan berbagi. Tinggalkan komentarmu kawan...